Jumat, 22 April 2016

Unsur Kerangka dan Manfaat Laporan Ilmiah

BAHASA INDONESIA 2
Unsur-Unsur Laporan dan
Manfaat Laporan



Disusun oleh:
Kelompok 8 [2IA01]
1.      Kevien Aqbar                             (55414818)                             
2.      Krisna Mustikarani                     (55414920)
3.      Muhammad Hermas Y P           (57414305)     
4.      Triswanto                                   (5A414883)                


TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang akan membahas lebih jauh mengenai Unsur-unsur dan manfaat laporan ilmiah. Makalah ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia 2.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ariyanto selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia 2 sekaligus pembimbing materi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.






                                                                                         Depok, 25 Maret 2016


                                                                                                       Penyusun




DAFTAR ISI
Kata Pengantar .........................................................................................................  ii
Daftar Isi ....................................................................................................................  iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang..................................................................................... 1
1.2              Perumusan Masalah ...............................................................  1
1.3              Tujuan Penulisan ...................................................................  1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Laporan ilmiah......................................................................... 2
2.2 Jenis Laporan Ilmiah.................................................................................. 3
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Unsur-unsur Kerangka Laporan Ilmiah ...................................................  5
3.2 Manfaat Penyusunan Laporan .................................................................  10
BAB III PENUTUP
4.1 Kesimpulan ........................................................................................ .....  12
4.2 Saran ........................................................................................................  12
Daftar Pustaka .........................................................................................................  13


BAB I
PENDAHULUAN


1.1              Latar Belakang
Laporan merupakan suatu wahana atau suatu alat penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.
1.2              Rumusan Masalah
Berikut ini merupakan rumusan masalah yang akan diangkat dari makalah ini, yaitu:
1.      Apa sajakah unsur-unsur dalam kerangka laporan ilmiah ?
2.      Apa sajakah manfaat dari sebuah laporan ?
3.      Bagaimanakah menyusun laporan yang baik dan benar ?
1.3              Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui unsur-unsur dalam kerangka laporan, manfaat dari sebuah laporan, dan agar pembaca mampu menulis atau menyusun laporan dengan baik dan benar.





BAB II
LANDASAN TEORI


2.1              Pengertian Laporan ilmiah
Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993).
Dan menurut Nafron Hasjim & Amran Tasai (1992) Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah.
Laporan ilmiah adalah bentuk tulisan ilmiah yang disusun berdasarkan data setelah penulis melakukan percobaan, peninjauan, pengamatan, atau membaca artikel ilmiah.
            Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan tentang laporan ilmiah :
1.      Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
2.      Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
3.      Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
4.      Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
5.      Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
6.      Laporan ilmiah, umumnya, mempunyai garis besar isi (outline) yang berbeda-beda, bergantung dari bidang yang dikaji dan pembaca laporan tersebut. Namun, umumnya, isi laporan terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup.


Suatu karya dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut:
1.      Penulisannya berdasarkan hasil penelitian, disertai pemecahannya.
2.      Pembahasan masalah yang dikemukakan harus obyektif sesuai realita/ fakta.
3.      Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa, Pedoman Umum.
4.      Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI).
5.      Tulisan disusun dengan metode tertentu.
6.      Tulisan disusun menurut sistem tertentu.
7.      Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.
2.2              Jenis Laporan Ilmiah
Berikut dibawah ini merupakan jenis-jenis dari laporan ilmiah:
1.      Laporan Lengkap (Monograf).
a)          Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.
b)          Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
c)          Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
d)         Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
e)          Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya: judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).
2.      Artikel Ilmiah
a)      Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.
b)      Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
c)      Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.
3.      Laporan Ringkas
Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).

















BAB III
PEMBAHASAN


3.3              Unsur-unsur Kerangka Laporan Ilmiah
Bentuk laporan ilmiah itu berbeda-beda; untuk kepentingan militer bentuknya berbeda dari laporan ilmiah formal dan sebagainya.
Kerangka laporan ilmiah itu pada umumnya terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut:
1.        Halaman judul
Halaman judul biasanya terdiri dari tiga atau empat bagian disusun dari atas ke bawah sebagai berikut:
a.             Judul laporan
Judul laporan terdiri terutama subyek saja, atau boleh juga didahului dengan ‘Laporan tentang’, ‘Laporan Kemajuan tentang’, ‘Laporan Tahunan tentang’, ‘Penelitian tentang’, dan sebagainy. Judul laporan berbeda dari judul buku, ialah; Judul laporan itu terutama dimaksudkan untuk memberikan informasi, dan diusahakan sependek mungkin. Tetapi jika tidak dapat memberi indikasi subjeknya, judul ditulis dengan beberapa kata bahkan boleh dengan 40 atau 50 kata. Untuk laporan yang lebih dipentingkan ialah lengkap dan bukan ringkas.
Apabila judul terlalu panjang untuk dapat dimuat dalam satu baris, maka periksa ulanglah susunan kata-katanya, dan pisahkan tiap ungkapan penting pada baris tersendiri.
              Contoh misal judul laporan:
Laporan tentang
SURVAI PENDAHULUAN
PENGELOLAAN PASCA PANEN TANAMAN PADI
di daerah
KABUPATEN SUMBAWA BARAT

Catatan:      Huruf L dalam ‘laporan’ ditulis dengan huruf besar, sebab sebagai permulaan, Huruf kata-kata penghubung yang bukan kata-mula ditulis dengan huruf kecil (Contoh: ‘di daerah’).
b.             Nama dan identitas penerima laporan
Unsur ini tidak selalu ditulis. Jika ditulis, maka sebelumnya didahului dengan kata-kata ‘Diserahkan kepada’. Jika penerima laporan memiliki kedudukan resmi, tulislah kedudukan itu. Contoh misal:
Diserahkan kepada
Prof. Dr. Purnawirawan, Direktur
Perencanaan Tanaman Bahan Makanan Nasional
Nama dan identitas penerima laporan itu tidak ditulis bila laporan ditujukan kepada masyarakat banyak dan tidak untuk pidato, atau untuk sesuatu organisasi.
c.              Nama dan identitas penulis
Sebelum nama atau nama-nama penulis biasanya didahului dengan perkataan ‘Oleh’ dan diikuti oleh gelar atau ungkapan identitas. Contoh misal:
Oleh
Suyono Sastroatmojo
Insinyur Konsultan
dan Pramono Adisusanto
Insinyur Perencanaan
d.             Tempat dan tanggal
Di bagian bawah halaman ditulis tempat dan tanggal dalam dua baris terpisah. Contoh misal:
Mataram, N. T. B.
17 April 1977

Kerangka halaman judul itu harus “seimbang” yaitu: sumbu unsur-unsur halaman judul disusun vertikal dengan jarak antara secukupnya. Untuk mencari sumbu unsur judul, hitunglah jumlah huruf dan spasinya, kemudian tentukan tengah tengahnya yaitu sumbu unsur. Sumbu unsur itu mungkin jatuh pada suau huruf atau tepat pada suatu spasi.
2.                  Surat pemberian kuasa
Atasan anda yang memberi perintah atau meminta agar anda membuat laporan atau nasabah anda yang menghendaki anda menyerahkan sebuah laporan ilmiah biasanya memberi surat kuasa kepada anda. Surat kuasa itu tidak lain adalah sebuah surat instruksi yang harus dikerjakan. Surat tersebut harus menyebutkan dengan jelas problem yang harus anda pecahkan atau pertanyaan yang harus anda jawab dalam suatu laporan. Surat tersebut harus dimuat dalam laporan tersebut. Surat pemberian kuasa yang jelas dan lengkap, dapat dipakai sebagai petunjuk memecahkan problem yang dihadapi ketika menulis laporan. Tulislah “Surat pemberian kuasa” di atas surat tersebut untuk membedakan dari surat penyerahan.
3.                  Surat penyerahan
Surat penyerahan itu adalah surat formal yang berisi unsur-unsur konvensional surat biasa dengan judul “Surat penyerahan”.
Surat penyerahan itu bukan bagian laporan itu sendiri. Surat itu semata-mata sebagai pengantar dan menemani laporan, dan sifatnya perorangan. Anda boleh menulis ucapan terima kasih, arti pentingnya sesuatu, tekanan pada hasil dan rekomendasi.
4.                  Daftar isi
Dalam daftar isi ditunjukkan garis besar judul, subjudul laporan yang memberi gambaran dan petunjuk topik apa saja yang dilaporkan dan bagaimana susunannya. Dalam daftar isi tidak ditulis ata “Daftar isi”.

5.                  Pendahuluan
Fungsi pendahuluan dalam laporan itu sama seperti fungsi abstrak dalam karya tulis ilmiah lainnya. Unsur-unsur dalam ‘Pendahuluan’ ialah: objek laporan, abstrak, cara dan wawasan atau sumber informasi, konklusi dan rekomendasi. Berbeda dari karya tulis ilmiah lain, dalam laporan unsur-unsur laporan itu ditulis sebagai sub-judul, masing-masing ditulis secara lengkap tetapi ringkas, terdiri satu atau dua kalimat, dengan diberi sub-judul atau nomor-nomor saja di depan unsur-unsur itu.
Mulailah dalam pendahuluan itu pernyataan tentang obyek laporan atau penelitian. Abstrak harus bersifat informatif dan bukan perian. Cara dan wawasan penelitian ditulis secara ringkas kemudian secara singkat pula tulislah pegakuan dan ucapan terima kasih. Akhirnya tulislah kesimpulan dan rekomendasi secara singkat, jangan membuat ulangan-ulangan dalam pendahuluan laporan.
Bagian ini meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian (penulisan).
6.                  Tubuh laporan
Isi tubuh laporan itu adalah sama seperti isi pendahuluan tetapi dijelaskan secara terperinci dan jika pelru menggunakan bahasa teknis. Tidak ada patokan dalam membuat garis besar rancangan tubuh laporan.
Seperti buku ilmu pengetahuan sebuah laporan itu dapat dipakai sebagai acuan. Pembaca tidak perlu membaca dari permulaan sampai akhir. Oleh sebab itu tubuh laporan terdiri dari judul dan sub-judul yang diatur secara sistematis dan mantik sehingga hubungannya satu dengan yang lain jelas.
Tubuh laporan dapat juga berisi material tubuh laporan yang berupa Tabel, Grafik, Lukisan cara, dan sebagainya. Kadang-kadang dalam tubuh laporan dicantumkan pula pernyatan pengakuan peminjaman informasi dan ucapan terima kasih.
Berikut ini dijelaskan tentang kegunaan judul, sub-judul, dan sub-sub-judul dalam tubuh laporan, kegunaan material laporan, dan keharusan mengakui meminjam informasi bagi penulis laporan ilmiah.
a.             Penggunaan judul, sub-judul, dan sub-sub-judul
Jangan bimbang membuat banyak sub-judul dan sub-sub-judul, bila tiap bagian memakai lebih dari 300 atau 600 kata, jangan memakai judul laporan sebagai sub-judul.
Semua judul, sub-judul atau sub-sub-judul tidak boleh digunakan sebagai antesiden atau sebagai kata pendahuluan suatu kalimat dalam paragraf suatu introduksi, tiap sub-judul atau sub-sub-judul itu harus diulang kata-katanya, sebagai contoh: bila sub-judulnya “Susunan organisasi”, tulislah ulang: “Susunan organisasi Koperasi Unit desa yang diteliti . . . .”, tetapi bukan: “Seperti susunan organisasi K. U. D. . . . .”. Contoh lain: “Siklus hidup F. hepatica”, harus ditulis ulang: “Siklus hidup F. hepatica itu adalah sangat majemuk . . . .” tetapi jangan: “Adalah sangat majemuk . . . .”.
b.             Penggunaan Tabel, Grafik, dan Lukisan cara
Untuk melengkapi informasi sebuah laporan ilmiah, maka anda dapat menggunakan: grafik lukisan cara (diagram) di antara kalimat-kalimat atau paragraf-paragraf.
Tabel adalah perangkat pasangan angka-angka, tanda atau perincian yang disusun sedemikian, biasanya dalam kolom-kolom sejajar, untuk memudahkan dalam pemakaiannya sebagai acuan atau perbandingan.
Grafik adalah diagram dan gambar yang dibuat berdasarkan data yang dikumpulkan. Gambaran cara bisa berupa peta, sketsa, foto, yang menyajikan penampakan aktual suatu objek, pemandangan dan sebagainya, yang berguna untuk menambah efisiensi komunikasi.
Dengan bahasa yang baik dan digunakan secara benar kadang-kadang komunikasi masih gagal juga. Bahasa adalah media yang sering tidak cukup efisien sebagai alat komunikasi, oleh karena itu kadang-kadang perlu dibantu atau dilengkapi dengan tabel, grafik dan gambaran cara. Sebaliknya hampir semua tabel, grafik dan gambaran cara itu memerlukan keterangan tertulis untuk laporan tertulis, atau keterangan lisan untuk laporan lisan.
c.              Pengakuan peminjaman informasi dan ucapan terima kasih
Pengakuan dan ucapan terima kasih itu biasanya merupakan bagian dari tubuh laporan, jadi tidak ditulis sebagai judul tersendiri. Meskipun demikian sering pula pengakuan meminjam informasi dan ucapan terima kasih itu ditulis di luar tubuh laporan. Dalam laporan seperti halnya dalam karya tulis ilmiah yang lain, adalah perlu untuk menyatakan pengakuan dan ucapan terima kasih atas informasi itu dalam uraian pokok atau dalam catatan bawah atau dalam halaman tersendiri.
7.                  Kesimpulan
Isi kesimpulan itu sama seperti isi dalam pendahuluan, tetapi cara penyampaian dan kata-katanya berbeda, sebabnya ialah: pendahuluan ditulis untuk pembaca yang sibuk yang tidak mempunyai waktu membaca seluruh laporan, sedang kesimpulan ditulis untuk pembaca yang telah membaca uraian pokok dan dianggap ia telah mengenal benar-benar uraian pokok itu.
Konklusi dan rekomendasi dalam pendahuluan itu tanpa disertai bukti, sedang dalam kesimpulan semua konklusi dan rekomendasi disertai bukti fakta acuan dalam uraian pokok.
Konklusi adalah penyama-rataan yang diperoleh dari data penelitian dan menunjuk kepada hal-hal yang telah lampau. Rekomendasi adalah pernyataan tentang sesuatu yang harus dikerjakan; jadi menujuk kepada hal-hal yang akan datang, walaupun rekomendasi itu dibentuk berdasar pengalaman yang sudah-sudah.
8.                  Lampiran
Bahan yang dilampirkan adalah yang penting sebagai pelengkap laporan itu tetapi tidak penting atau terlalu banyak untuk dicantumkan dalam uraian pokok. Tabel, lembaran data, bagan, diagram, peta, foto, dan sebagainya, adalah bahan informasi yang menarik dalam hubungannya dengan uraian pokok, tetapi mungkin tidak perlu dicantumkan di dalamnya, dan karenanya dimasukkan dalam lampiran.
Jika perlu tambahkan daftar isi di bawah judul “Lampiran” sebagai sub-judul. Dan jika dipandang perlu, berilah acuan dalam uraian pokok tentang lampiran yang disertakan di belakang. Daftar isi di bawah judul “Lampiran” itu berisi petunjuk macam, jumlah dan nomor halaman, semua apa yang dilampirkan. Hal ini biasanya dikerjakan bila material lampiran itu banyak jumlahnya.
3.2              Manfaat Penyusunan Laporan
Manfaat yang diperoleh dalam kegiatan laporan, yaitu :
1. Sebagai dasar penentuan kebijakan dan pengarahan pimpinan
2. Sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan berikutnya.
3. Untuk mengetahui perkembangan dan proses dalam peningkatan kegiatan
4. Untuk dapat memberikan sejarah perkembangan satuan yang bersangkutan dan lain-lain.


Sedangkan manfaat bagi pihak-pihak yang terkait yaitu :
1.      Bagi Ilmu Pengetahuan
Diharapkan penelitian ini dapat menambah wawasan keilmuan yaitu dapat dijadikan bahan acuan untuk penelitian atau laporan selanjutnya.
2.      Bagi perusahaan
Memberikan informasi kepada perusahaan tentang laporan yang diteliti dan memberikan masukkan dalam laporan yang disampaikan oleh penulis.
3.      Bagi peneliti
Bagi peneliti ini diharapkan bermanfaat sebagai bentuk penerapan displin ilmu yang telah didapat selama mengikuti perkuliahan dan untuk menambah wawasan dan pengetahuan khusus.
4.      Bagi pihak lain
Sebagai bahan acuan, pertimbangan, dan pilihan dalam laporan yang akan dipilih atau digunakan dalam ilmiah.












BAB IV
PENUTUP


4.1              Kesimpulan
Dari materi yang sudah dijabarkan di atas, kami menyimpulkan bahwa pengetahuan mengenai penulisan laporan,terutama laporan ilmiah sangat penting.Mengingat fungsi laporan sendiri adalah sebagai media komunikasi antara peneliti dengan pembaca atau antara peneliti dengan instansi yang akan menggunakan hasil penelitian tersebut. Laporan ilmiah juga dapat dijadikan sebagai dokumentasi hasil penelitian.Pembuatan laporan ilmiah juga tidak hanya berguna bagi penulis,namun banyak subyek yang sangat terbantu dengan adanya sebuah laporan.Dengan demikian penulisan laporan ilmiah harus dilakukan sebaik-baiknya dan disusun secara sistematis,agar memudahkan pembaca memahami penelitian kita.

4.2              Saran
Saran yang kami berikan bahwa kita harus memperhatikan penulisan laporan ilmiah dengan benar karena laporan ilmiah merupakan salah satu media dokumentasi yang penting dalam sebuah penelitian.









DAFTAR PUSTAKA:

Arifin, E Zaenal. 1993. Bahasa yang Lugas dalam Laporan Teknis. Jakarta: Akademika Pressindo.
Mukayat, Brotowidjoyo. 2010. Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: Akademi Pressindo.
Rahayu, Minto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Grasindo.






Jumat, 25 Maret 2016

Pengantar Web Science 1# "Apa itu Web Science?"

Web Science = Website + Science



Di era-globalisasi yang super cepat ini, kita dihadapkan dengan perkembangan teknologi yang semakin maju serta memudahkan manusia dalam melakukan berbagai hal. Banyak bermuculan teknologi baru yang berakar dari perkembangan ilmu pengetahuan dan penelitian, tak terkecuali dengan teknologi web. Saya yakin, kita pasti sudah pernah bahkan sering berinteraksi dengan yang namanya website. Kehidupan di zaman modern ini, kita dituntut untuk menguasai berbagai perangkat teknologi mulai dari handphone hingga komputer. Tak dapat dihindari, aktivitas sehari-hari pun terkadang tidak luput dari situs web.

Web(Website) sering disebut juga Situs Web adalah suatu halaman yang dapat menampilkan informasi berupa gambar, animasi, tulisan, suara maupun gabungan dari keseluruhannya yang bersifat statis atau dinamis yang dapat membentuk rangkaian yang saling terkait yang dihubungkan dengan banyak link. Sebuah situs web biasanya ditempatkan pada sebuah server web yang dapat diakses melalui jaringan seperti Internet atau LAN melalui alamat internet yaitu URL. Gabungan dari semua situs inilah yang dapat diakses publik di Internet dinamakan World Wide Web atau disingkat WWW. 

Science adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan sumber ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Dengan kata lain, science itu sendiri memberikan pengetahuan dan informasi yang akurat bagi masyarakat.

Web Science atau Ilmu Web adalah kajian sistem sosio-teknis berskala besar seperti WWW yang mempelajari hubungan antara manusia dan teknologi, bagaimana masyarakat dan teknologi berkembang bersama, serta dampak hubungannya terhadap masyarakat luas. Dari penjelasan tersebut maka dapat kita tarik kesimpulan Web Science adalah ilmu yang mempelajari tentang efisiensi, pemanfaatan dan memanipulasi sebuah web, agar dapat dirasakan manfaat dan kegunaannya pada banyak bidang di dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam Web Science kita mempelajari bagaimana memberdayakan sumber daya virtual sebagai media komunikasi dengan tampilan web yang menarik dan atraktif agar menarik minat pembaca.

Sejarah Website :
Penemu situs web adalah Sir Timothy John "Tim" Berners-Lee, sedangkan situs web yang tersambung dengan jaringan pertama kali muncul pada tahun 1991. Maksud dari Tim ketika merancang situs web adalah untuk memudahkan tukar menukar dan memperbarui informasi pada sesama peneliti di tempat ia bekerja. Pada tanggal 30 April 1993, CERN (tempat dimana Tim bekerja) mengumumkan bahwa WWW dapat digunakan secara gratis oleh publik.
Sebuah situs web bisa berupa hasil kerja dari perorangan atau individu, atau menunjukkan kepemilikan dari suatu organisasi, perusahaan. biasanya pembahasan dalam sebuah situs web merujuk pada sebuah ataupun beberapa topik khusus, atau kepentingan tertentu. Sebuah situs web bisa berisi pranala yang menghubungkan ke situs web lain, demkian pula dengan situs web lainnya. Hal ini terkadang membuat perbedaan antara situs web yang dibuat oleh individu ataupun perseorangan dengan situs web yang dibuat oleh organisasi bisnis menjadi tidak begitu jelas.

Jenis-jenis Website:
  • Website Statis adalah suatu website yang mempunyai halaman yang tidak berubah. Yang artinya adalah untuk melakukan sebuah perubahan pada suatu halaman hanya bisa dilakukan secara manual yitu dengan cara mengedit kode-kode yang menjadi struktur dari website itu sendiri. Contohnya web company file(visi misi), web catalog, dll.
  • Website Dinamis adalah merupakan suatu website yang secara strukturnya diperuntukan untuk update sesering mungkin. Biasanya selain dimana utamanya yang bisa diakses oleh para pengguna (user) pada umumnya, juga telah disediakan halaman backend yaitu untuk mengedit kontent dari website tersebut. Contohnya web facebook, web detik.com, dll.


Unsur-unsur Website :
  1. Domain Name atau URL adalah alamat unik di dunia internet yang digunakan untuk mengenali sebuah situs, atau dengan kata lain nama domain adalah alamat yang digunakan untuk menemukan sebuah website di internet. Contoh domain .ac.id digunakan untuk lembaga pendidikan.
  2. Web Hosting adalah ruangan yang terdapat dalam harddisk tempat menyimpan berbagai data, file-file, gambar dan lainnya yang akan ditampilkan di website. Besarnya data yang bisa dimasukkan tergantung dari besarnya web hosting yang disewa/dipunyai, semakin besar web hosting semakin besar pula data yang dapat dimasukkan dan ditampilkan dalam website.
  3. Bahasa Program adalah bahasa yang digunakan untuk menerjemahkan setiap perintah dalam website yang pada saat diakses. Jenis bahasa program sangat menentukan statis, dinamis atau interaktifnya sebuah website. Semakin banyak ragam bahasa program yang digunakan maka akan terlihat website semakin dinamis, dan interaktif serta terlihat bagus. Beragam bahasa program saat ini telah hadir untuk mendukung kualitas website. Contohnya HTML, XML, PHP, CSS.
  4. Desain Website menentukan kualitas dan keindahan sebuah website. Desain sangat berpengaruh kepada penilaian pengunjung akan bagus tidaknya sebuah website. Serta mempengaruhi dengan kenyamanan konsumen atau pembaca.
  5. Publikasi Website atau keberadaan seakan kekurangan makna dan nilai kegunaannya jika dibangun tanpa dikunjungi atau dikenal oleh masyarakat atau pengunjung internet. Karena efektif tidaknya situs sangat tergantung dari besarnya pengunjung dan komentar yang masuk. Untuk mengenalkan situs kepada masyarakat memerlukan apa yang disebut publikasi atau promosi tadi.


Apa saja Manfaat dari adanya Teknologi Website :
  • Memperluas promosi suatu produk, dengan memiliki website maka produk kita akan lebih dikenal masyarakat khususnya pengguna internet.
  • Media pengenalan dan sosialisasi perusahaan baru untuk mendatangkan calon konsumennya.
  • Media komunikasi jarak jauh, seperti web sosial media Facebook dan Twitter.
  • Media hiburan, seperti web Youtube dan Game Online.
  • Media pembelajaran online e-Learning, seperti web Tutorialspoint.
  • Tempat transaksi perbankan, seperti Internet Banking.
  • Tempat berbagi dan bertukar informasi, seperti web Berita dan forum Kaskus.
  • Tempat melakukan interaksi jual-beli dengan e-commerce, seperti web Tokopedia dan Olx.




Referensi :

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_web [diakses 24 Maret 2016].
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Situs_web [diakses 25 Maret 2016].
  • http://www.pengertianku.net/2014/09/mengetahui-pengertian-website-dan-jenisnya.html [diakses 25 Maret 2016].
  • http://www.sambureki.com/definisi/definisi-dan-pengertian-web-menurut-para-ahli.html [25 Maret 2016].




Jumat, 13 November 2015

PTINM#2 "Review & Membandingkan Aplikasi Social Media"

LINE .vs. WhatsApp


Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba membandingkan sekaligus mereview dua aplikasi Social Media yang sudah tak asing lagi dikalangan masyarakat yaitu LINE .vs. WhatsApp. Kedua aplikasi yang berbasiskan chating ini, memang sudah sangat terkenal dan populer penggunaannya dalam setiap perangkat gadget saat ini. Aplikasi tersebut ini mulai hitz sejak munculnya era android. LINE dan WhatsApp terus bersaing dalam hal mengembangkan fitur-fitur terbaru yang mereka miliki guna meraih pasar pengguna. Maka tak heran, jika kedua aplikasi ini selalu masuk ke dalam jajaran top 10 aplikasi teratas pada Google Play Store. Berdasarkan hal itu, disini saya akan mencoba mereview fitur-fitur yang dimiliki kedua aplikasi tersebut.

LINE

Sejarah
Sebelum kita mengenal lebih jauh apa itu LINE, ada baiknya jika kita mengetahui sejarah singkatnya terlebih dahulu. Awal mulanya LINE pertama kali muncul di Jepang dikembangkan oleh perusahaan yang bernama NHN Corporation. LINE pertama kali dirilis pada Juni 2011 dan mulanya hanya dapat digunakan pada sistem iOS dan Android. Setelah sukses pada kedua sistem tersebut LINE masuk dalam sistem operasi besutan BlackBerry. Lalu pada tahun 2012, LINE resmi meluncurkan aplikasi yang dapat digunakan pada perangkat Mac dan Windows.
LINE adalah aplikasi komunikasi baru yang memungkinkan panggilan suara GRATIS dan mengirim pesan GRATIS kapan pun dan di mana pun, seharian penuh. Berkat kesuksesannya LINE menjadi aplikasi nomor 1 paling sering diunduh di 52 negara termasuk Jepang, Thailand, Taiwan, Spanyol, Tiongkok, Indonesia, Singapura, Hongkong, Malaysia, India, Swiss, Arab Saudi, Meksiko, Rusia, Macau, Uni Emirat Arab dan negara lainnya. LINE juga sudah membuka kantor di Indonesia secara resmi pada pertengahan 2012 lalu.

Sistem Operasi Pendukung :
  • iOS
  • Android
  • Windows Phone
  • BlackBerry OS
  • Mac OS X
  • Windows 8

Fitur Unggulan:
  • Chatting Gratis
Kita dapat mengirim pesan instan secara gratis melalui jaringan internet kapanpun, dimanapun. Membuat kita selalu dapat terhubung dengan teman dan keluarga.

  • Sticker

Merupakan gambar yang merupakan bagian dari IM smiley. Kita dapat menggunakan sticker pada tab sticker. Terdapat 255 sticker menarik untuk mengekspresikan perbincangan dalam bentuk gambar. Kita bisa menemukan sticker-sticker lucu dan jenaka yang menampilkan karakter-karakter serta tokoh terkenal dari seluruh dunia. Bahkan setiap bulan ramadhan, line menyediakan stiker edisi khusus. Jenis stiker yang dapat didownload ini ada yang berbayar ada pula yang tersedia secara gratis.

  • Attachment

Yaitu kita dapat melampirkan sebuah file untuk dikirim ke teman lain di LINE seperti suara, gambar, document, dll.

  • Panggilan Suara dan Panggilan Video Gratis

Dengan sesama pengguna LINE kita dapat menelpon teman lain dan melakukan video call berkualitas tinggi di LINE tanpa harus membayar, karena memanfaatkan jaringan internet kapanpun dimanapun, baik dalam maupun luar negeri. Fitur ini cocok bagi pengguna yang ingin selalu terhubung dengan sanak keluarga secara gratis.

  • Scan QR Code

Kita dapat dengam mudah untuk menambah teman di aplikasi LINE dengan hanya menscan QR code pada aplikasinya.

  • Timeline

Dengan fitur timeline membuat komunikasi lebih menyenangkan dan nyaman. Kita bisa mengupdate segala kegiatan dengan menggunakan teks, foto, video, sticker atau bahkan berbagi info lokasi kepada teman-teman. Fitur ini mirip seperti halaman beranda pada Facebook.

  • Nomor HP dan User ID sebagai PIN

LINE menggunakan nomor handphone sebagai teman kontak di LINE. Semua nomor handphone dalam kontak smartphone akan langsung menjadi teman. Selain menggunakan nomor, user ID juga disediakan oleh LINE untuk memudahkan pencarian teman LINE.



WHATSAPP

Sejarah
Pada awalnya, WhatsApp dikembangkan di Amerika dan dibuat khusus untuk pengguna iPhone pada Mei 2009. Aplikasi ini dibuat oleh Aplikasi yang dibuat oleh Jan Koum dan Brian Acton. Kemudian seiring dengan perkembangannya, aplikasi WhatsApp tersedia juga untuk versi BlackBerry, Android, Windows Phone dan Symbian.

Sistem Operasi Pendukung :
  • Apple iOS
  • BlackBerry
  • Android
  • Symbian
  • Nokia Series 40
  • Windows Phone

Fitur Unggulan:
  • Chatting Gratis

Sama sepeti Line, kita dapat mengirim pesan instan secara gratis melalui jaringan internet kapanpun, dimanapun. Membuat kita selalu dapat terhubung dengan teman dan keluarga.

  • Panggilan Whatsapp

Kita dapat menelpon teman dan keluarga dengan menggunakan WhatsApp secara gratis, bahkan jika mereka sedang berada di negara lain. Panggilan WhatsApp menggunakan koneksi internet telepon.

  • Multimedia

Kita dapat mengirim dan menerima foto, video, dan pesan suara.

  • Whatsapp Web
Kita juga dapat mengirim dan menerima pesan WhatsApp langsung dari browser komputer.
  • Tanda/ Status Pesan  
Whatsapp menyediakan fitur status pesan yang dikirim. Dengan fitur ini kita dapat mengetahui apakah pesan tersebut sudah masuk/dibaca oleh hp penerima bahkan dalam Group Chat kita dapat mengetahui siapa saja yang telah membaca postingan yang kita kirim.  
  • Hemat Bandwidth
Karena terintegrasi dengan sistem, maka tidak perlu login dan loading contact/avatar, sehingga transaksi data makin irit. Aplikasi dapat dimatikan, dan hanya aktif jika ada pesan masuk, sehingga bisa menghemat baterai.
  • No HP sebagai PIN

Di WhatsApp untuk menambahkan teman, cukup dengan mengisi daftar Phonebook  dengan teman beserta nomor hp nya, dan lakukan sinkronisasi dengan menekan tombol refresh.



Perbedaan LINE .vs. WhatsApp

  • Line terdapat Stiker, sedangkan WhatsApp tidak
  • Line dapat mengirim Attachment document, sedangkan WhatsApp tidak
  • Line dapat melakukan Video Call, sedangkan WhatsApp tidak
  • Line mempunyai fitur Timeline, sedangkan Whatsapp tidak
  • Untuk login Line dapat menggunakan Nomor Hp/ User ID sebagai PIN, sedangkan WhatsApp hanya Nomor Hp sebagai PIN
  • Line tersedia aplikasi tersendiri yang dapat diinstall di PC, sedangkan WhatsApp hanya tersedia versi Web.
  • Line aplikasi Gratis, sedangkan WhatsApp hanya tahun pertama gratis selanjutnya $0.99 USD/tahun
  • WhatsApp mempunyai Tanda/Status Pesan yang lebih baik daripada Line. Dalam WhatsApp Grup kita dapat melihat siapa saja yang sudah membaca postingan yang kita kirim.
  • WhatsApp dapat memperlihatkan kapan seorang pengguna terakhir aktif sedangkan Line tidak
  • WhatsApp lebih Hemat Kouta dibandingkan Line
  • WhatsApp dapat menunjukkan bahwa seseorang sedang mengetik, sedangkan Line tidak 
  • WhatsApp lebih ringan, dan kecil ukuran aplikasinya daripada Line.
  • WhatsApp dapat mengirim berkas musik, sedangkan Line tidak
  • Line mempunyai fitur Game Online, sedangkan WhatsApp tidak
  • Line mempunyai fitur Tambah Teman melalui QR Code, sedangkan Whatsapp tidak



Maka dari hasil review kali ini, dapat saya tarik kesimpulan bahwa LINE secara umum memiliki lebih banyak fitur pendukung jika dibandingkan dengan WhatsApp seperti halnya Stiker, Video Call, Attach Document dan Timeline. Akan tetapi disisi lain, WhatsApp juga memiliki fitur yang tidak dimiliki Line seperti menunjukkan seseorang sedang mengetik, tanda status pesan dan juga pengguna terakhir aktif. Aplikasi WhatsApp juga cukup ringan dan hemat dalam penggunakan bandwith.

Menurut pengamatan saya, penggunaan kedua aplikasi tersebut khususnya di Indonesia dapat dibagi menjadi dua kalangan. Dikalangan bussiness dan commercial WhatsApp lebih banyak digunakan orang karena simple dan formal, sedangkan dikalangan remaja Line yang lebih disukai karena adanya stiker-stiker yang lucu serta fitur Game Online yang disediakan untuk pengguna.


Selasa, 27 Oktober 2015

PTINM#1 "Tutorial Fruity Loops 12"



TUTORIAL DASAR PADA FRUITY LOOPS

MEMBUAT MUSIK SEDERHANA PADA FRUITY LOOPS 12


Dalam pembahasan kali ini, saya akan mencoba mejelaskan tutorial pembuatan musik sederhana dengan menggunakan Aplikasi Fruity Loops versi 12. Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita mengenal "Apa itu Fruity Loops?"
Fruity Loops adalah sebuah software music audio production yang cukup lengkap dan populer dikalangan penyuka musik digital. Dengan perkembangannya yang lebih dari 10 tahun, tak heran jika tampilan software ini yang user friendly sehingga mudah dipahami oleh pengguna.
Fruity Loops menggunakan MIDI (Music Instrument Digital Interface) sebagai penghubung standar antara hardware dan software untuk saling bertukar data (seperti Music Code dan MIDI Event). MIDI adalah bahasa yang digunakan instrument musik elektrik, pengendali komputer, dan peranti sejenis untuk berkomunikasi.
FL Studio (lebih dikenal sebagai Fruity Loops) adalah sebuah aplikasi untuk komputer yang digunakan untuk merekam, mengubah, dan membuat audio. FL Studio dikembangkan oleh perusahaan asal Belgia bernama Image-Line. Pada tahun 2014, FL Studio termasuk aplikasi audio yang banyak peminatnya di seluruh dunia. Aplikasi ini memiliki 4 edisi untuk Microsoft Windows. Yaitu Fruity Edition, Producer Edition, Signature Bundle dan Groove (Win8). Image-Line juga menawarkan fitur update gratis seumur hidup, yang artinya pembeli akan mendapatkan update FL Studio versi berikutnya dengan gratis. Image-Line juga mengembangkan FL Studio Mobile untuk pengguna IPod Touch, IPhone, IPad, dan Android.
     Fruity Loops  menjadikan diri kita sebagai seorang produser musik yang berkerja dalam sebuah studio rekaman asli. Kita dapat menciptakan musik tanpa harus mempunyai alat musiknya.

Senin, 22 Juni 2015

IBD#2 "Masalah Dalam Ruang Lingkup IBD"


Hakekat Manusia Yang Satu (Universal)

Hakekat manusia yang satu (universal), akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat. Keanekaragaman tersebut terbentuk akibat adanya perbedaan ruang, tempat, waktu, proses adaptasi, keadaan sosial budaya, lingkungan alam, dimana terwujud dalam berbagai bentuk ekspresi seperti: ungkapan, pikiran, dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.

Berdasarkan postingan sebelumnya, berikut ini saya akan membahas sisi menarik dari salah satu Ruang Lingkup IBD, yaitu Hakekat Manusia yang Satu (Universal). Manusia merupakan makhluk yang universal serta mempunyai watak dan latarbelakang yang berbeda-beda. Kata universal sendiri merujuk pada arti bahwa sesungguhnya manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dan sama derajatnya dimata Tuhan. Maka dari itu, perilaku kita sebagai manusia tidak boleh membeda-bedakan apakah seseorang manusia tersebut berkulit hitam, berkulit putih, baragama Islam atau beragama Kristen, apakah ia orang Tionghoa atau orang Amerika sehingga menimbulkan sikap diskriminatif di masyarakat.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa hakekat manusia yang universal berarti memiliki latar belakang budaya dan adat istiadat yang beraneka ragam pula. Manusia sendirilah yang menciptakan kebudayaan yang berbeda-beda berdasarkan lingkungan tempat tinggalnya. Dengan akal budi yang dimiliki manusia, kita dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Oleh karena itu manusia mampu untuk berkarya dan menciptakan sebuah kebudayaan baru. Budaya tersebut tercipta atau terwujud dari hasil interaksi anatara manusia dengan lingkungan sekitar.

Akhir-akhir ini kita sering menjumpai diskriminasi budaya, etnis, bangsa dan agama di masyarakat. Padahal dalam dalam pembelajaran ruang lingkup IBD, hakekat manusia adalah satu.  Seharusnya kita tidak boleh memandang rendah kebudayaan bangsa lain. Karena setiap kebudayaan yang telah diwariskan secara turun temurun itu pasti mempunyai niai-nilai yang baik dan harus kita hormati. Selain itu manusia disebut sebagai makhluk sosial. Makhluk sosial sendiri diartikan bahwa sesungguhnya manusia tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan dari orang lain.

Sebagai makhluk sosial kita diwajibkan untuk mengenal kebudayaan kita sendiri. Agar kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia tetap lestari dan dikenal di dunia Internasional, maka mulailah dari sekarang untuk mempelajarinya serta mengembangkan kebudayaan asli bangsa Indonesia. Contoh sederhana misalnya, bersikap sopan dan santun adalah perilaku yang mencerminkan budaya Indonesia.

Kita memang dituntut untuk mempunyai sikap terbuka dan tidak menutup diri pada kebudayaan yang baru. Akan tetapi dalam menerima suatu kebudayaan baru, kita harus bersikap selektif dan tidak terpengaruh dengan kebudayaan yang negatif dan tidak sesuai dengan cermin budaya bangsa Indonesia.

Semoga kedepannya Hakekat Manusia Yang Satu (Universal) dapat terwujud dalam lingkungan masyarakat. Sehingga tidak ada lagi diskrimininasi yang menimbulkan adanya kasta sosial yang negatif dimasyarakat.

Senin, 13 April 2015

IBD#1 "Tentang Ilmu Budaya Dasar"

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Budaya yang terbentuk di suatu lingkungan tidak terlepas dari pengaruh masyarakat dan adat-istiadat. Ilmu Budaya Dasar atau yang biasa kita singkat IBD termasuk mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan tentang berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Ilmu Budaya Dasar memiliki perbedaan dengan Ilmu Sosial Dasar karena Ilmu Budaya Dasar membahas masalah-masalah manusia yang berkaitan dengan budaya bukan hanya manusia dengan lingkungan sosialnya.

Dengan mempelajari IBD kita diharapkan memiliki  pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga dapat membentuk sikap moral dan perilaku yang sesuai dengan kepribadian dan budaya Bangsa Indonesia. Latarbelakang Ilmu Budaya Dasar dikarenakan Indonesia merupakan Bangsa yang majemuk dan memiliki berbagai macam suku bangsa yang berbeda-beda. Sehingga kita perlu mempelajari wawasan tentang budaya yang sesuai dengan lingkungan sekitar.

Dilihat dari fungsinya IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan yang ada disekitar kita. Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang diperoleh secara langsung atau tidak langsung dalam kehidupan sehari-hari dan sering kita temukan dalam kehidupan bermasyarakat. Secara umum kebudayaan merupakan arah atau sikap didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani dan rohani.

Istilah IBD dikembangkan sebagai pengganti istilah (Basic Humanities) yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa  diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (fefined). Dengan mempelajarinnya manusia dapat bisa menjadi pribadi yang baik yang berbudaya manusiawi dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya.
Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :

            1.     Ilmu-ilmu Alamiah (natural science)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu di gunakan metode ilmiah.

            2.    Ilmu-ilmu Social (social science)
Ilmu-ilmu social bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu di guanakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.

            3.    Pengetahuan Budaya (the humanities)
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu di gunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyatan yang bersifat unik, kemudian di beri arti. Pengetahuan budaya (the humanities) di batasi sebagi pengetahuan yang mencakup keahlian disiplin seni dan filsafat.

Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa inggris di sebut dengan Basic Humaities. pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.


Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Ilmu budya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Ilmu budaya dasar diharapkan dapat :
  1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya
  2. Memberi kesempatan untuk memperluas pandangan tentang masalah kemanusiaan dan kebudayaan serta mengembangkan daya kritis
  3. Mengusahakan agar kita, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak membawa sifat kedaerahan yang kurang baik.
  4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.


Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Dari dari tujuan tersebut maka terdapat dua masalah pokok yang dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok itu adalah :
         1.     Aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
         2.    Hakekat manusia yang satu (universal), akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Keanekaragaman tersebut terbentuk akibat adanya perbedaan ruang, tempat, waktu, proses adaptasi, keadaan sosial budaya, lingkungan alam, dimana terwujud dalam berbagai bentuk ekspresi seperti: ungkapan, pikiran, dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.

Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD.

Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1. Manusia dan cinta kasih
2. Manusia dan Keindahan
3. Manusia dan Penderitaan
4. Manusia dan Keadilan
5. Manusia dan Pandangan hidup
6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7. Manusia dan kegelisahan
8. Manusia dan harapan

Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya. Perwujudan mengenai cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, musical, filsafat, lukisan, patung dan sebagainya.
Ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu tari, ilmu filsafat dan lain ilmu yang terdapat dalam pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar hanya mempergunakan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekti masalah-masalah kemanusiaan dan budaya.

Contoh Penerapan Ilmu Budaya Dasar

  • Contoh sederhananya adalah komunikasi antar keluarga, pergaulan antar sesama, dengan itu kita dapat memahami sifat dan karakteristik setiap orang. Begitupun dalam bermasyarakat, dalam interaksi kita harus memahami norma- norma dalam masyarakat agar tercipta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Contoh yang lebih kompleksnya seperti dalam aspek bersikap dalam kehidupan yang berbeda beda sehingga kita dapat menempatkan diri pada situasi apapun yang akan kita hadapi. 



Referensi :
-      http://abdirachmadi.blogspot.in/2012/03/pengertian-dan-tujuan-ilmu-budaya-dasar.html
-      http://yoppy-candra.blogspot.in/2013/05/rangkuman-ilmu-budaya-dasar.html
       http://tubagusagungt.blogspot.com
       http://muhammadsopwan.blogspot.in/2012/03/pengertian-dan-contoh-penerapan-ilmu.html
t